SIDIMPUAN – Sebanyak 30 mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aufa Royhan pada program Studi D3 Tahun Ajaran (TA) 2012- 2013 mengikuti capping day dan mengucapkan janji awal dimulai praktik klinik di berbagai rumah sakit di Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (5/3) lalu.

SIDIMPUAN – Sebanyak 30 mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aufa Royhan pada program Studi D3 Tahun Ajaran (TA) 2012- 2013 mengikuti capping day dan mengucapkan janji awal dimulai praktik klinik di berbagai rumah sakit di Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (5/3) lalu.

Acara capping day tersebut berlangsung hikmad, dihadiri Kopertis Wilayah I NAD Sumut dan Dinas Kesehatan Sumut, Kadis Kesehatan Kota Psp, Kepala Dinas Pendidikan Kota, Dewan Pendidikan, penggagas Hj Waridah Nasution M Kes, H Darmansyah Siregar, Pembina  Marlan Rangkuti, Ketua dan civitas Akademika STIKES Aufa Royhan, Ketua IBI, orang tua mahasiswi  serta Undangan lainnya.
Ketua STIKES Aufa RoyhanDrs H Guntur Imsaruddin MKes mengatakan, acara capping day ini sudah merupakan acara tradisi tanda dimulainya praktik lapangan atau praktik klinik.
“Pemasangan kap bukan sekadar rutinitas yang biasa, tapi memiliki arti mendalam untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab yang besar, serta kesetiaan sebagai perawat yang baik dalam menunaikan tugas,’’ sebutnya.
Orientasi keperawatan sambungnya, kini menjadi lebih maju dan tak sekadar berorientasi pada perawatan fisik untuk menyembuhkan orang sakit semata  tetapi berorientasi pada upaya tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik.
Walikota Psp yang diwaliki Kadis Kesehatan drg Hj Doria Hafni Lubis MKes menyambut baik dan memberi apresiasi atas prestasi akademik yang telah diraih oleh STIKES Aufa Royhan selama ini.
Diharapkannya, agar seluruh civitas akademika di STIKES Aufa Royhan tidak lekas puas dengan prestasi yang diraih, namun  terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan mutu lulusan STIKES Aufa Royhan.
“Sehingga benar benar mampu berperan sebagai ujung tombak dalam peningkatan derajat kesehatan di kota Padangsidimpuan ini,” ucapnya. Selain itu, Kadis juga berharap agar dunia pendidikan khususnya bidang kesehatan agar berkompetisi dalam meningkatkan sarana dan prasarana serta kualitas lulusannya.
Sementara Ketua Kopertis Wilayah I NAD–Sumut yang diwakili M Rajali SH mengatakan,  perguruan tinggi dan mahasiswa harus jeli memanfaatkan fasiltas yang diberikan negara untuk biaya pendidikan, seperti program Bidik Misi, karena program ini bisa dimanfaatkan seluruh mahasiswa yang ada di PTN maupun PTS.
“Kondisi PTS secara umum dalam poses belajar mengajar masih ada yang belum mencapai standar mutu. Untuk itu diharapkan kepada pengelola PTS di lingkungan Kopertis wilayah I, untuk menerapkan sistem penjaminan mutu,” harap M Rajali.
Kepada mahasiswi peserta capping day, Rajali berpesan agar kelak meningkatkan ilmu pengetahuannya dan mampu membuka lapangan kerja. “Mahasiswi STIKES Aufa Royhan Padangsidimpuan harus memiliki keahlian sesuai dengan propesi bidan.
elain itu jangan hanya berorientasi untuk jadi PNS. Karena kesempatan untuk PNS sangat terbatas serta dapat mempersempit kreatifitas yang ada pada sesorang,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan dan uang pembinaan kepada tiga mahasiswi yang memiliki indeks prestasi (IP) antara 3,51 – 4.0 setelah sebelumnya dilakukan evaluasi akademik.
Mereka adalah, Rizki Hayati, Isna Julianti Hts dan Mutiara Indah SiregarSIDIMPUAN- Sebanyak 30 mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aufa Royhan pada program Studi D3 Tahun Ajaran (TA) 2012- 2013 mengikuti capping day dan mengucapkan janji awal dimulai praktik klinik di berbagai rumah sakit di Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (5/3) lalu.
Acara capping day tersebut berlangsung hikmad, dihadiri Kopertis Wilayah I NAD Sumut dan Dinas Kesehatan Sumut, Kadis Kesehatan Kota Psp, Kepala Dinas Pendidikan Kota, Dewan Pendidikan, penggagas Hj Waridah Nasution M Kes, H Darmansyah Siregar, Pembina  Marlan Rangkuti, Ketua dan civitas Akademika STIKES Aufa Royhan, Ketua IBI, orang tua mahasiswi  serta Undangan lainnya.
Ketua STIKES Aufa RoyhanDrs H Guntur Imsaruddin MKes mengatakan, acara capping day ini sudah merupakan acara tradisi tanda dimulainya praktik lapangan atau praktik klinik.
“Pemasangan kap bukan sekadar rutinitas yang biasa, tapi memiliki arti mendalam untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab yang besar, serta kesetiaan sebagai perawat yang baik dalam menunaikan tugas,’’ sebutnya.
Orientasi keperawatan sambungnya, kini menjadi lebih maju dan tak sekadar berorientasi pada perawatan fisik untuk menyembuhkan orang sakit semata  tetapi berorientasi pada upaya tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik.
Walikota Psp yang diwaliki Kadis Kesehatan drg Hj Doria Hafni Lubis MKes menyambut baik dan memberi apresiasi atas prestasi akademik yang telah diraih oleh STIKES Aufa Royhan selama ini. Diharapkannya, agar seluruh civitas akademika di STIKES Aufa Royhan tidak lekas puas dengan prestasi yang diraih, namun  terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan mutu lulusan STIKES Aufa Royhan.
“Sehingga benar benar mampu berperan sebagai ujung tombak dalam peningkatan derajat kesehatan di kota Padangsidimpuan ini,” ucapnya. Selain itu, Kadis juga berharap agar dunia pendidikan khususnya bidang kesehatan agar berkompetisi dalam meningkatkan sarana dan prasarana serta kualitas lulusannya.
Sementara Ketua Kopertis Wilayah I NAD–Sumut yang diwakili M Rajali SH mengatakan,  perguruan tinggi dan mahasiswa harus jeli memanfaatkan fasiltas yang diberikan negara untuk biaya pendidikan, seperti program Bidik Misi, karena program ini bisa dimanfaatkan seluruh mahasiswa yang ada di PTN maupun PTS.
“Kondisi PTS secara umum dalam poses belajar mengajar masih ada yang belum mencapai standar mutu. Untuk itu diharapkan kepada pengelola PTS di lingkungan Kopertis wilayah I, untuk menerapkan sistem penjaminan mutu,” harap M Rajali.
Kepada mahasiswi peserta capping day, Rajali berpesan agar kelak meningkatkan ilmu pengetahuannya dan mampu membuka lapangan kerja.“Mahasiswi STIKES Aufa Royhan Padangsidimpuan harus memiliki keahlian sesuai dengan propesi bidan.
Selain itu jangan hanya berorientasi untuk jadi PNS. Karena kesempatan untuk PNS sangat terbatas serta dapat mempersempit kreatifitas yang ada pada sesorang,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan dan uang pembinaan kepada tiga mahasiswi yang memiliki indeks prestasi (IP) antara 3,51 – 4.0 setelah sebelumnya dilakukan evaluasi akademik. Mereka adalah, Rizki Hayati, Isna Julianti Hts dan Mutiara Indah Siregar.